Jumat, 13 Mei 2016

Panasnya Munaslub Golkar, Isu Money Politics Rp1 Triliun Merebak?

METROPOLITAN.ID– Pertarung merebut kursi ketua umum Partai Golkar kian memanas pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar yang digelar di Nusa Dua Bali, yang dimulai hari ini, Sabtu (14/5/2016). Panas arena Munaslub Golkar itu semakin menguatkan isu money politics yang erseliweran di antara 8 kandidat.
Bahkan, isu main uang tersebut disebut-sebut caketum bisa memenangkan pertarungan dengan menyiapkan money politics sebesar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Namun, steering committee maupun para kandidat caketum kompak menampik bahwa Munaslub Golkar jauh dari politik uang.
“Nah, jika money politik kembali terjadi pada Munalsub Golkar kali ini memang menandakan bahwa Golkar atau politik sangat identik dengan itu. Dengan cara itu, maka para tim pemenangan caketum pun saling melakukan strategi yang bukan lagi mengadalkan sosok atau figur yang layak memimpin Golkar ke depan,” ungkap pakar politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla kepada pojoksulsel.com, Jumat (13/5/2016).
Hal senada juga diprediksi pengamat politik Jayadi Nas. Dia mengatakan, jika money politics masih terjadi dalam arena Munaslub Golkar, tentunya menjadi preseden buruk bagi Golkar yang merupakan partai besar. Hal itu sangat sulit dipisahkan dengan kekuatan besar dengan mengadalkan uang besar.
Justru, kata Jayadi, para kandidat menggalang koalisi yang dianggap bagian strategis dan peluang memperebutkan jumlah pemilik suara 560 yang terdiri dari DPP, DPD I, DPD II dan organisasi sayap mendirikan dan yang dirikan.
Namun, sejumlah skenario dan prediksi yang bisa terjadi dengan kondisi luar biasa. Begitu juga dimungkinkan mengalami gesekan ketika Munaslub Golkar berlangsung.
“Partai itu memang butuh biaya mahal apalagi partai besar seperti Golkar. Jadi, aroma money politik tetap ada di Golkar apalagi posisi ketum, butuh biaya triliunan rupiah. Dan itu mulai tercium ketika Steering Committee Munaslub Golkar mewajibkan iuran atau mahar bagi setiap caketum,” tutur Jayadi kepada pojoksulsel.com.
(/pojoksulsel)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar